Anda tahu mengapa kita menjadi makhluk paling mulia?
setelah yang sudah saya paparkan kemarin, sebenarnya masih ada lagi yang menjadikan manusia menjadi makhluk paling mulia
karena setelah manusia melewati goda'an setan, manusia harus nafsu, adapun nafsu adalah diri kita masing masing, jadi tidaklah mengherankan jika memang manusia melewati cobaan terberat daripada makhluk makhluk Allah yang lain
mengapa kita harus melewati/mengalahkan diri kita sendiri?
begini, saya pernah membaca sebuah buku yang kehidupan menceritakan seorang sufi, diantara sufi sufi tersebut ada yang namanya Dzun Nuun Al-mishri, konon katanya Dzun Nuun menjadi sufi karena memikirkan makna dari namanya, Dzu yang berarti mempunyai dan Nuun yang berarti huruf Nuun
seperti diri kita, bagaimana kita mengalahkan diri kita?
jika diri kita di umpamakan huruf Nuun, mungkin anda akan mengerti
Anda tahu bentuk huruf Nuun?, bentuk huruf Nuun itu seperti sebuah bejana/wadah, yang di dalamnya terdapat satu titik yang berada di tengah tengah huruf tersebut, sekarang kita Umpamakan diri kita yang sebenarnya, yang merupakan 'aabid/hamba Allah yang sebenarnya adalah titik tersebut, dan diri kita yang sekarang, dalam artian selalu berbuat kesalahan, dan mengingkari kuasa Allah, mengingkari nikmat nikmat Allah berada di luar lengkung huruf nuun tersebut, seperti sebuah kelereng jika tidak diberi wadah, maka kita pun akan terombang ambing oleh keadaan kita sendiri
lalu kita umpamakan ketika kita berada di luar lengkung huruf Nuun, dan lengkungan tersebut adalah Ujian yang harus kita lewati agar mencapai diri kita yanng sesungguhnya, yang menjadi 'aabid-Nya, 'aabid yang benar benar 'aabid, bukan 'aabid yang menginginkan surga, akan tetapi 'aabid yang ingin menjadi bagian dari-Nya, dan cara agar menjadi 'aabid tidaklah mudah, seperti huruf Nuun, kita harus melewati ''lengkungan'' kita sendiri agar bisa mencapai satu titik pusat dalam hidup, adapun ''lengkungan'' tersebut merupakan ujian ujian yang harus kita lewati satu persatu
sekarang berada dimanakah anda?
jika anda berada di luar lengkungan, cobalah masuk ke dalam lengkungan tersebut, jika anda sudah berada di dalam lengkungan tersebut, lewati satu persatu Ujian yang diberikan Allah dengan sabar, ikhtiar dan, Tawakkal, serta semua sifat sifat terpuji, maka anda akan semakin dekat dengan ''diri'' anda yang sebenarnya
kalau saya sendiri juga belum bisa, oleh karena itu, jika saya tidak bisa, maka saudara saya harus bisa, karena seperti hadist ''orang muslim satu dengan yang lain adalah saudara''
semoga kita semua bisa menjadi ''diri'' kita yang sebenarnya, meski berat untuk mengalahkan diri sendiri, jangankan 'aabid, saalik saja belum bisa saya capai :-)
Rabu, 08 Juli 2015
Selasa, 07 Juli 2015
dibalik ilmu
RAHASIA DIBALIK I'RAB NAHWU
adakah kalian mengetahui i'rab?
-i'rab dibagi menjadi 4 yaitu rafa', nashob, jer dan, jazem
-rafa' mempunyai alamat asli dlhommah (melengkung) seperti bentuk janin/bayi dalam kandungan
-nashob mempunyai alamat asli fathah, fathah mempunyai tempat diatas huruf (tumbuh) seperti kita hidup di dunia tumbuh
-jer mempunyai alamat asli kasroh, kashroh mempunyai tempat dibawah huruf (menurun), seperti kita saat sudah mulai menua, organ organ tubuh kita cenderung berkurang/menurun fungsinya
-jazem mempunyai alamat asli sukun (mati) karena mematikan bacaan huruf, seperti kita akan mati
itu merupakan sebagian dari hikmah Allah, mengapa Allah menciptakan i'rab, semestinya agar kita berpikir sampai kesitu, untuk apa Allah menciptakan manusia dengan akal jika tidak untuk berpikir?, manusia merupakan makhluk paling muulia karena akalnya, lebih mulia dari malaikat dengan segala kelebihannya, mengapa?, padahal Allahh juga memberi malaikat akal, juga memberi akal kepada jin, setan, iblis, tapi mengapa manusia menjadi yang paling mulia?
salah satu alasannya adalah karena beratnya musuh yang harus dilawan oleh manusia itu sendiri
saya pernah membaca dalam sebuah tafsir, ''ketika anak cucu Adam ingin bersedekah, maka 70 setan akan memeganginya agar tidak jadi bersedekah, mereka menghalangi dari atas, bawah, depan, belakang, sisi kiri dan kanan, mereka menarik tangan dan kaki manusia tersebut agar tidak jadi bersedekah''
bayangkan, kita akan bersedekah saja sudah ada 70 setan yang menghalangi langkah kita, tapi itu belum seberapa karena masih ada induk setan yang menghalangi, dan apakah anda tahu siapa induk setan tersebut?
induk setan tersebut biasanya berupa orang orang yang dekat dengan kita, bisa jadi saudara, orang tua, istri, dan, teman teman kita
bagaimana bisa mereka disebut induk setan?
bagaimana tidak, terkadang kita ingin bersedekah dan kita sudah mengalahkan 70 setan tersebut, akan tetapi mereka (saudara, orang tua, istri, dan, teman teman) datang dan ingin menghentikan langkah kita, karena suatu alasan seperti misalnya kebutuhan rumah tangga, tabungan, dan lain lain, dan karena itu kita tidak jadi bersedekah, bukankah pantas jika mereka disebut induk dari setan?, dalam artian sifat mereka yang membuat kita kasihan/iba akan tetapi kita tidak sadar bahwa nereka telah dikuasai oleh setan yang menjelma pada diri mereka sehingga menjadikan kita tidak jadi bersedekah?
begitu halus setan menggoda kita, bahkan lewat orang orang yang kita sayangi
oleh karena itu terdapat ucapan ''a'uudzu billahi minas syaithoonir rojiim''
semoga bermanfaat smile emoticon
Senin, 06 Juli 2015
LAILATUL QODAR
Lailatul Qodar
dikutip dari : Tafsir bil Ma'tsur - Pesan moral Al-Qur'an 1 (Jalaluddin Rakhmat)
Rintihan Pendosa di Malam Qodar
Berkenaan dengan surat Al-Qodar, mufassor Jalaluddin As-Suyuthi meriwayatkan suatu perisUmar, Umar memanggil sahabat-sahabat Rasululloh, termasukk Ibnu 'Abbas, sahabat termuda. ia mengajak mereka memperbincangkan pada malam keberapa di bulan Ramadhan terjadi Lailatul Qodar?, sebagian sahabat menyebut malam ke 21, sebaagian lagi menyebut malam ke 23, yang lain lagi mengatakan malam ke 25, Ibnu 'Abbas tidak ikut berbicara, ''mengapa Engkau diam saja?'', tanya Umar kepadanya, ''Bukankah Anda menyuruh saya diam sebelum yang lain selesai bicara?'', kata Ibnu 'Abbas, Umar berkata ''Aku mengundangmu untuk berbicara!''
mulailah Ibnu 'Abbas berbicara, ''Sesungguhnya Allah ganjil, dan mencintai yang ganjil. Ia menciptakan 7 langit dan menjadikan bilangan hari 7, menetapkan thawaf di Baitullah 7 kali, sa'i diantara Shafa dan Marwah 7 kali, melempar Jumrah 7 kali, menciptakan manusia melalui 7 tahap, dan memberikan rezekinya dari 7 macam''
"bagaimana Tuhan menciptakan manusia melalui 7 tahap dan menjsdikan rezekinya dari 7 macam?, Kamu sudah memahami apa yang tidak Aku pahami'' tanya Umar lagi
''Allah menyebutkan 7 tahap penciptaan manusia dalam surat Al-Mu'minuun 12-14, dan Allah menyebutkan 7 macam rezeki manusia dalam surat 'Abbasa 27-31, pada ayat itu 'rumput-rumputan' adalah tumbuhan bumi untuk ternak, sedangkan 7 sebelumnya untuk manusia, Akiu berpendapat, wallohu 'a'lam, malam Qodar itu terjadi pada malam ke 23 karena sisa bulan Ramadhan tinggal 7 hari lagi'', Umar setuju dengan pendapat Ibnu 'Abbas (Ad-Durr Al-Mantsur 8:577-578)
Riwayat ini menunjukkan bahwa sejak dahulu terjadi Ikhtilaf mengenai malam Qodar. malam Qodar merupaka rahasia Tuhan, Nabi SAW mengatakan, ''kejarlah malam Qodar pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan!'', menurut Al-Fakhr al-Razi, salah satu sebab mengapa malam ini dirahasiakan adalah besarnya kasih Allah kepada manusia, sekiaranya malam Qodar ini diberitahukan, boleh jadi orang yang melakukan aksiat pada malam itu, melakukan maksiat sambil mengetahui keagungan malam itu sangat besar dosanya
Nabi SAW pernahh masuk ke masjid dan melihat ada orang tidur didalamnya, Beliau menyuruh Ali membangunkannya dan menyuruhnya berwudlhu, setelah membangunkan orang itu, Ali bertanya, ''ya Rasulullah, bukankah Engkau palin dahulu melakukan kebaikan?, mengapa tidak Engkau bangunkan sendiri?'', Beliau menjawab, ''karena kalau dia menolak perintahku dia kafir, Aku menyuruhmu karena Aku takut ia membantahku'', kalau begitu besarnya kasih sayang Rasul, apalagi kasih sayang Tuhan, Tuhan tidak ingin umat-Nya melakukan maksiat pada malam itu yang nilainya sama dengan maksiat 1000 bulan
walaupun terjadi Ikhtilaf tentang malam Qodar, semua sepakat seperti yang disebutkan Al-Qur'an, malam itu turun para malaikat, merka turun ke bumi setelah memohon izin kepada Tuhan, mereka mendatangi orang orang yang menghabiskan malam itu dalam ibadah dan amal soleh, mereka mengucapkan salam kepada orang orang yang mena'ati Allah sambil menaburkan do'a dan berkah
malaikat yang turun pun bukan sembaran malaikat, mereka mempunnyai posisi sangat tinggi di sisi Tuhan, masih menurut Al-Fakr al-Razi, mereka sangat merindukan turun ka bumi, mereka melihat bahwa penduduk bumi melakukan beberapa keta'atan yang tidak dilakukan oleh penghuni langit
1. hanya di bumi orang orang kaya memberikan makanan kepada kaum fuqaraa'
2. hanya di bumi para malaikat mendengar rintihan para Ahli maksiat yang menyadari dosa dosanya, Allah berfirman (dalam hadits Qudsi): ''rintihan Pendosa lebih Aku cintai dari gemuruh suara tasbih''
para malaikat berkata, ''marilah kita turun ke bumi, mari kita dengarkan rintihan para Pendosa yang lebih dicintai Tuhan kita daripada suara tasbih, bagaimana tidak dicintai Tuhan, gemuruh suara tasbih adalah pernyataan puncak dari kata'atan manusia, sedangkan rintihan Pendosa adalah pernyata'an ampunan(ghofariyyah) Allah, Tuhan yang memelihara Langit dan bumi'' (tafsir Al-Fakhr al-Razi 32:28-35)
pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, sambutlah para malaikat dengan 2 keta'atan yang tidak dilakukan penghuni langit, menggembirakan fakir miskin dan merintih memohon ampunan Allah
semoga bermanfaat
dikutip dari : Tafsir bil Ma'tsur - Pesan moral Al-Qur'an 1 (Jalaluddin Rakhmat)
Rintihan Pendosa di Malam Qodar
Berkenaan dengan surat Al-Qodar, mufassor Jalaluddin As-Suyuthi meriwayatkan suatu perisUmar, Umar memanggil sahabat-sahabat Rasululloh, termasukk Ibnu 'Abbas, sahabat termuda. ia mengajak mereka memperbincangkan pada malam keberapa di bulan Ramadhan terjadi Lailatul Qodar?, sebagian sahabat menyebut malam ke 21, sebaagian lagi menyebut malam ke 23, yang lain lagi mengatakan malam ke 25, Ibnu 'Abbas tidak ikut berbicara, ''mengapa Engkau diam saja?'', tanya Umar kepadanya, ''Bukankah Anda menyuruh saya diam sebelum yang lain selesai bicara?'', kata Ibnu 'Abbas, Umar berkata ''Aku mengundangmu untuk berbicara!''
mulailah Ibnu 'Abbas berbicara, ''Sesungguhnya Allah ganjil, dan mencintai yang ganjil. Ia menciptakan 7 langit dan menjadikan bilangan hari 7, menetapkan thawaf di Baitullah 7 kali, sa'i diantara Shafa dan Marwah 7 kali, melempar Jumrah 7 kali, menciptakan manusia melalui 7 tahap, dan memberikan rezekinya dari 7 macam''
"bagaimana Tuhan menciptakan manusia melalui 7 tahap dan menjsdikan rezekinya dari 7 macam?, Kamu sudah memahami apa yang tidak Aku pahami'' tanya Umar lagi
''Allah menyebutkan 7 tahap penciptaan manusia dalam surat Al-Mu'minuun 12-14, dan Allah menyebutkan 7 macam rezeki manusia dalam surat 'Abbasa 27-31, pada ayat itu 'rumput-rumputan' adalah tumbuhan bumi untuk ternak, sedangkan 7 sebelumnya untuk manusia, Akiu berpendapat, wallohu 'a'lam, malam Qodar itu terjadi pada malam ke 23 karena sisa bulan Ramadhan tinggal 7 hari lagi'', Umar setuju dengan pendapat Ibnu 'Abbas (Ad-Durr Al-Mantsur 8:577-578)
Riwayat ini menunjukkan bahwa sejak dahulu terjadi Ikhtilaf mengenai malam Qodar. malam Qodar merupaka rahasia Tuhan, Nabi SAW mengatakan, ''kejarlah malam Qodar pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan!'', menurut Al-Fakhr al-Razi, salah satu sebab mengapa malam ini dirahasiakan adalah besarnya kasih Allah kepada manusia, sekiaranya malam Qodar ini diberitahukan, boleh jadi orang yang melakukan aksiat pada malam itu, melakukan maksiat sambil mengetahui keagungan malam itu sangat besar dosanya
Nabi SAW pernahh masuk ke masjid dan melihat ada orang tidur didalamnya, Beliau menyuruh Ali membangunkannya dan menyuruhnya berwudlhu, setelah membangunkan orang itu, Ali bertanya, ''ya Rasulullah, bukankah Engkau palin dahulu melakukan kebaikan?, mengapa tidak Engkau bangunkan sendiri?'', Beliau menjawab, ''karena kalau dia menolak perintahku dia kafir, Aku menyuruhmu karena Aku takut ia membantahku'', kalau begitu besarnya kasih sayang Rasul, apalagi kasih sayang Tuhan, Tuhan tidak ingin umat-Nya melakukan maksiat pada malam itu yang nilainya sama dengan maksiat 1000 bulan
walaupun terjadi Ikhtilaf tentang malam Qodar, semua sepakat seperti yang disebutkan Al-Qur'an, malam itu turun para malaikat, merka turun ke bumi setelah memohon izin kepada Tuhan, mereka mendatangi orang orang yang menghabiskan malam itu dalam ibadah dan amal soleh, mereka mengucapkan salam kepada orang orang yang mena'ati Allah sambil menaburkan do'a dan berkah
malaikat yang turun pun bukan sembaran malaikat, mereka mempunnyai posisi sangat tinggi di sisi Tuhan, masih menurut Al-Fakr al-Razi, mereka sangat merindukan turun ka bumi, mereka melihat bahwa penduduk bumi melakukan beberapa keta'atan yang tidak dilakukan oleh penghuni langit
1. hanya di bumi orang orang kaya memberikan makanan kepada kaum fuqaraa'
2. hanya di bumi para malaikat mendengar rintihan para Ahli maksiat yang menyadari dosa dosanya, Allah berfirman (dalam hadits Qudsi): ''rintihan Pendosa lebih Aku cintai dari gemuruh suara tasbih''
para malaikat berkata, ''marilah kita turun ke bumi, mari kita dengarkan rintihan para Pendosa yang lebih dicintai Tuhan kita daripada suara tasbih, bagaimana tidak dicintai Tuhan, gemuruh suara tasbih adalah pernyataan puncak dari kata'atan manusia, sedangkan rintihan Pendosa adalah pernyata'an ampunan(ghofariyyah) Allah, Tuhan yang memelihara Langit dan bumi'' (tafsir Al-Fakhr al-Razi 32:28-35)
pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, sambutlah para malaikat dengan 2 keta'atan yang tidak dilakukan penghuni langit, menggembirakan fakir miskin dan merintih memohon ampunan Allah
semoga bermanfaat
Sabtu, 04 Juli 2015
Tujuan Hidup
TUJUAN HIDUP
Apa sih tujan hidup kita?
mari kita koreksi diri kita, untuk apa kita hidup?, apa yang kita tuju dalam hidup?
mari kita melihat beberapa waktu yang lalu, apa yang kita lakukan hari ini?, dan untuk apa kita melakukannya?
kita bekerja, untuk apa kita bekerja? untuk siapa kita bekerja?
untuk menghidupi anak dan istri, setelah itu?
menata masa depan yang lebih baik, setelah masa depan tercapai?
...............................
itulah jika kita melakukan nya tanpa tujuan akhirat, ingatlah kawan, sesugguhnya perjalanan kita masih terlalu panjang daripada saat ini, saat kita hidup di dunia ini, dunia hanyalah sebagian kecil dari wwaktu yang Dia ciptakan untuk kita, dunia hanya sementara, jika kita melakukan semua karena dunia, maka setelah kita meninggal, apa yang akan kita perbuat, semua telah habis di dunia
tapi akan berbeda hasilnya jika kita melakukan semua karena Allah, jika kita diberi nikmat, kita bersyukur, jika diberi ujian, kita bersabar
betapa indah hidup ini jika kita mensyukurinya
Nur 4
Assalamualaikum.....
terkadang sebuah nur bukan karena didatangkan/ dipancing oleh nur yang lain, akan tetapi nur tersebut terkadang datang karena tidak adanya nur dalam hati manusia tersebut,
karena tidak adanya nur, maka orang tersebut dapat dengan jelas melihat nur, orang orang tersebut merupakan orang orang yang terpilih, jadi kita jangan pernah berharap seperti itu, lebih baik berusaha semaksimal mungkin agar memperoleh nur yang kita inginkan, yang kita butuhkan
terkadang sebuah nur bukan karena didatangkan/ dipancing oleh nur yang lain, akan tetapi nur tersebut terkadang datang karena tidak adanya nur dalam hati manusia tersebut,
karena tidak adanya nur, maka orang tersebut dapat dengan jelas melihat nur, orang orang tersebut merupakan orang orang yang terpilih, jadi kita jangan pernah berharap seperti itu, lebih baik berusaha semaksimal mungkin agar memperoleh nur yang kita inginkan, yang kita butuhkan
Jumat, 03 Juli 2015
Nur 3
Assalamualaikum. . . . Nur(cahaya) yang memang benar benar nur, tidak akan pernah menyesatkan kita, beda dengan cahaya buatan manusia yang gemerlapan, diselubungi oleh hawa nafsu keserakahan, oleh karena itu sebagian orang berpendapat lebih baik jalan hitam, karena dari jalan hitam tersebut, kita dapat melihat nur yang sebenarnya,
yaitu nur yang membawa kita pada kebaikan, nur yang menentang kema'siatan, bahkan nur yang mampu membawa kita pada yang menciptakan nur tersebut, dan nur yang mengantar kita untuk menggapai ridlho-Nya dan cinta kasih-Nya
yaitu nur yang membawa kita pada kebaikan, nur yang menentang kema'siatan, bahkan nur yang mampu membawa kita pada yang menciptakan nur tersebut, dan nur yang mengantar kita untuk menggapai ridlho-Nya dan cinta kasih-Nya
Kamis, 02 Juli 2015
Nur 2
Assalamualaikum....
jika kita mendapatkan nur (cahaya), maka carilah terus, jangan berhenti, karena sesungguhnya jika kita berhenti, maka nur tersebut menjadi sekat/penghalang bagi diri kita dari yang maha cahaya, sang pembuat cahaya, dalam artian, ketika kita mendapatkan sebuah karomah misalnya, maka kita tidak boleh berhenti hanya disitu,
karena bukanlah itu yang kita cari, yang kita cari adalah yang membuat karomah tersebut, jadi karomah bisa saja menjadi penghalang kita menuju ridlho-Nya
jika kita mendapatkan nur (cahaya), maka carilah terus, jangan berhenti, karena sesungguhnya jika kita berhenti, maka nur tersebut menjadi sekat/penghalang bagi diri kita dari yang maha cahaya, sang pembuat cahaya, dalam artian, ketika kita mendapatkan sebuah karomah misalnya, maka kita tidak boleh berhenti hanya disitu,
karena bukanlah itu yang kita cari, yang kita cari adalah yang membuat karomah tersebut, jadi karomah bisa saja menjadi penghalang kita menuju ridlho-Nya
Indonesia
Indonesia
negara kepulauan terbesar di dunia
negara trindah di dunia
bahkan bisa disebut miniatur dunia
Indonesia
dimanakah dirimu yang dulu sang macan Asia
Indonesia
kini Kau terpuruk dan terkubur oleh anak anakmu sendiri
putra putri sang bunda pertiwi
meninggalkan dan mengasingkan Engkau
adakah mereka lupa darimana mereka hidup dan dilahirkan?
adakah mereka lupa bagaimana mereka hidup di tanahmu yang merupakan tanah-Nya
Indonesia
banyak yang ingin merubahmu menjadi negara dengan titel agama
apalagi islam
apakah mmereka tidak berpikir, bahwa engkau sudah menjadi negara Islam?
dengan Pancasila Engkau membuktikan
-sila pertama membuktikan bahwa Engkau toleransi dan menghormati Agama lain dan tidak meninggalkan Agamanya sendiri seperti yang diajarkan Islam dalam SYAHADAT
-sila kedua membuktikan bahwa Engkau membuktikan bahwa Kemanusiaan yang adil dan beraadab seperti urutan Shaf dalam jamaah SHOLAT
-sila ketiga membuktikan bahwa Indonesia bersatu seperti yang dilakukan oleh jamaah Islam pada saat berPUASA
-sila keempat membuktikan bahwa Permusyawaratan yang dipmpin oleh hikmat dalam kebijaksanaan perwakilan seperti dalam pembagian ZAKAT
-sila kelima membuktikan bahwa persaatuan itu seperti bersatunya HAJI di makkah dari seluruh dunia
bukankah itu semua berarti bahwa Engkau telah menjadi sebuah negara Islam, dan juga menerapkan dasarnya?
lalu apa lagi yang mereka pikirkan untuk mengubahmu menjadi negara Islam?, padahal /Engkau telah menetapkan daasar Islam pada dasar negara
apalagi?
negara kepulauan terbesar di dunia
negara trindah di dunia
bahkan bisa disebut miniatur dunia
Indonesia
dimanakah dirimu yang dulu sang macan Asia
Indonesia
kini Kau terpuruk dan terkubur oleh anak anakmu sendiri
putra putri sang bunda pertiwi
meninggalkan dan mengasingkan Engkau
adakah mereka lupa darimana mereka hidup dan dilahirkan?
adakah mereka lupa bagaimana mereka hidup di tanahmu yang merupakan tanah-Nya
Indonesia
banyak yang ingin merubahmu menjadi negara dengan titel agama
apalagi islam
apakah mmereka tidak berpikir, bahwa engkau sudah menjadi negara Islam?
dengan Pancasila Engkau membuktikan
-sila pertama membuktikan bahwa Engkau toleransi dan menghormati Agama lain dan tidak meninggalkan Agamanya sendiri seperti yang diajarkan Islam dalam SYAHADAT
-sila kedua membuktikan bahwa Engkau membuktikan bahwa Kemanusiaan yang adil dan beraadab seperti urutan Shaf dalam jamaah SHOLAT
-sila ketiga membuktikan bahwa Indonesia bersatu seperti yang dilakukan oleh jamaah Islam pada saat berPUASA
-sila keempat membuktikan bahwa Permusyawaratan yang dipmpin oleh hikmat dalam kebijaksanaan perwakilan seperti dalam pembagian ZAKAT
-sila kelima membuktikan bahwa persaatuan itu seperti bersatunya HAJI di makkah dari seluruh dunia
bukankah itu semua berarti bahwa Engkau telah menjadi sebuah negara Islam, dan juga menerapkan dasarnya?
lalu apa lagi yang mereka pikirkan untuk mengubahmu menjadi negara Islam?, padahal /Engkau telah menetapkan daasar Islam pada dasar negara
apalagi?
Rabu, 01 Juli 2015
Nur
Assalamualaikum.....
janganlah kalian takut akan kegelapan, karena mungkin kegelapan-lah yang membuat kalian mencari cahaya (nur), juga jangan terlalu berani dengan adanya cahaya yang bergemilang, karna mungkin yang bergemilang-lah yang menyesatkandalam kehidupan gelap pun dibutuhkan, bukan hanya gemilang cahaya
di Setiap bayangan, terdapat cahaya
Langganan:
Komentar (Atom)



