Rabu, 08 Juli 2015

Manusia

Anda tahu mengapa kita menjadi makhluk paling mulia?

setelah yang sudah saya paparkan kemarin, sebenarnya masih ada lagi yang menjadikan manusia menjadi makhluk paling mulia
karena setelah manusia melewati goda'an setan, manusia harus nafsu, adapun nafsu adalah diri kita masing masing, jadi tidaklah mengherankan jika memang manusia melewati cobaan terberat daripada makhluk makhluk Allah yang lain

mengapa kita harus melewati/mengalahkan diri kita sendiri?

begini, saya pernah membaca sebuah buku yang kehidupan menceritakan seorang sufi, diantara sufi sufi tersebut ada yang namanya Dzun Nuun Al-mishri, konon katanya Dzun Nuun menjadi sufi karena memikirkan makna dari namanya, Dzu yang berarti mempunyai dan Nuun yang berarti huruf Nuun

seperti diri kita, bagaimana kita mengalahkan diri kita?

jika diri kita di umpamakan huruf Nuun, mungkin anda akan mengerti

Anda tahu bentuk huruf Nuun?, bentuk huruf Nuun itu seperti sebuah bejana/wadah, yang di dalamnya terdapat satu titik yang berada di tengah tengah huruf tersebut, sekarang kita Umpamakan diri kita yang sebenarnya, yang merupakan 'aabid/hamba Allah yang sebenarnya adalah titik tersebut, dan diri kita yang sekarang, dalam artian selalu berbuat kesalahan, dan mengingkari kuasa Allah, mengingkari nikmat nikmat Allah berada di luar lengkung huruf nuun tersebut, seperti sebuah kelereng jika tidak diberi wadah, maka kita pun akan terombang ambing oleh keadaan kita sendiri
lalu kita umpamakan ketika kita berada di luar lengkung huruf Nuun, dan lengkungan tersebut adalah Ujian yang harus kita lewati agar mencapai diri kita yanng sesungguhnya, yang menjadi 'aabid-Nya, 'aabid yang benar benar 'aabid, bukan 'aabid yang menginginkan surga, akan tetapi 'aabid yang ingin menjadi bagian dari-Nya, dan cara agar menjadi 'aabid tidaklah mudah, seperti huruf Nuun, kita harus melewati ''lengkungan'' kita sendiri agar bisa mencapai satu titik pusat dalam hidup, adapun ''lengkungan'' tersebut merupakan ujian ujian yang harus kita lewati satu persatu

sekarang berada dimanakah anda?

jika anda berada di luar lengkungan, cobalah masuk ke dalam lengkungan tersebut, jika anda sudah berada di dalam lengkungan tersebut, lewati satu persatu Ujian yang diberikan Allah dengan sabar, ikhtiar dan, Tawakkal, serta semua sifat sifat terpuji, maka anda akan semakin dekat dengan ''diri'' anda yang sebenarnya

kalau saya sendiri juga belum bisa, oleh karena itu, jika saya tidak bisa, maka saudara saya harus bisa, karena seperti hadist ''orang muslim satu dengan yang lain adalah saudara''

semoga kita semua bisa menjadi ''diri'' kita yang sebenarnya, meski berat untuk mengalahkan diri sendiri, jangankan 'aabid, saalik saja belum bisa saya capai :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar