Selasa, 30 Juni 2015

Nafsu

Terkadang, apa yang kita inginkan terlihat baik dan bagus buat kita, tetapi hati kit tidak akan dapat dibohongi
mungkin kita menginginkan kekayaan, kemewahan, pangkat dan lain sebagainya
itu semua membuat kita tergila-gila oleh dunia, dunia yang menipu kita, dunia yang selalu berkhianat kepada kita
mungkin cobalah kita sejenak merenung, apakah jika kita nanti memiliki semuanya yang kita inginkan, puaskah hati kita? cukupkah hati kita menerima itu semua?
ingatlah, sungguh jika kita menerima itu semua, pasti ingin dan ingin lagi, tidak akan pernah berhenti karna jika kita menuruti nafsu tidak akan pernah ada hentinya
nafsu selalu membohongi kita, menipu kita dengan kenikmatan dunia yang tiada akhirnya
menipu hati kita untuk menurutinya

wahai Tuhan yang maha membolak balikkan hati
tetapkanlah hati kami atas Islam, Iman
tingkatkanlah hati kami kepada Ihsan
agar kami meninggalkan dunia ini dengan tetap memegang aqidah-Mu
pilihkanlah jalan terbaik bagi kami dan ridlhoilah jalan tersebut
tancapkanlah Islam, Iman, dan Ihsan dalam hati kami, dan tetapkanlah
sampai maut menjemput kami
sampai kami Engkau bangkitkan dari kubur kami
sampai kami menerima catatan amal kami
wahai tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
kasihani dan sayangilah kami dalam hidup kami dan sesudah maut-Mu menjemput kami
Amin.............

Filosofi Gunung

kau tahu gunung kawan?, seperti itulah perjalanan kita didunia yang fana ini, pernahkah kalian mendaki gunung? terkadang saat ditengah perjalanan, terbesit rasa untuk kembali turun, seperti itu pula kehidupan di dunia
, Allah menginginkan kita untuk selalu naik dalam derajat menuju puncak ma'rifat, dalam perjalanan ada kalanya kita ingin kembali ke tempat kita, kembali ke dunia kelam kita, namun Allah menginginkan kita untuk terus mendaki tangga ma'rifatnya, dalam tangga tersebut ada ujian yang harus kita lampaui, adakalanya ujian itu seolah olah menaikkan harga diri kita, adakalanya ujian itu seperti merendahkan kita, seperti pesjalanan ketika mendaki gunung, adakalanya naik dan turun, namun ada juga yang datar, seolah olah kita tidak diuji, akan tetapi Allah memberi kebebasan kepada kita, apakah kita akan menuju puncak ma'rifat, ataukah kita terlena dengan apa yang miliki sekarang, ataukah kita sanggup meninggalkannya demi kepuasan yang sejati berada dipuncak ma'rifat