Senin, 06 Juli 2015

LAILATUL QODAR

Lailatul Qodar

dikutip dari : Tafsir bil Ma'tsur - Pesan moral Al-Qur'an 1 (Jalaluddin Rakhmat)

Rintihan Pendosa di Malam Qodar

Berkenaan dengan surat Al-Qodar, mufassor Jalaluddin As-Suyuthi meriwayatkan suatu perisUmar, Umar memanggil sahabat-sahabat Rasululloh, termasukk Ibnu 'Abbas, sahabat termuda. ia mengajak mereka memperbincangkan pada malam keberapa di bulan Ramadhan terjadi Lailatul Qodar?, sebagian sahabat menyebut malam ke 21, sebaagian lagi menyebut malam ke 23, yang lain lagi mengatakan malam ke 25, Ibnu 'Abbas tidak ikut berbicara, ''mengapa Engkau diam saja?'', tanya Umar kepadanya, ''Bukankah Anda menyuruh saya diam sebelum yang lain selesai bicara?'', kata Ibnu 'Abbas, Umar berkata ''Aku mengundangmu untuk berbicara!''
mulailah Ibnu 'Abbas berbicara, ''Sesungguhnya Allah ganjil, dan mencintai yang ganjil. Ia menciptakan 7 langit dan menjadikan bilangan hari 7, menetapkan thawaf di Baitullah 7 kali, sa'i diantara Shafa dan Marwah 7 kali, melempar Jumrah 7 kali, menciptakan manusia melalui 7 tahap, dan memberikan rezekinya dari 7 macam''

"bagaimana Tuhan menciptakan manusia melalui 7 tahap dan menjsdikan rezekinya dari 7 macam?, Kamu sudah memahami apa yang tidak Aku pahami'' tanya Umar lagi

''Allah menyebutkan 7 tahap penciptaan manusia dalam surat Al-Mu'minuun 12-14, dan Allah menyebutkan 7 macam rezeki manusia dalam surat 'Abbasa 27-31, pada ayat itu 'rumput-rumputan' adalah tumbuhan bumi untuk ternak, sedangkan 7 sebelumnya untuk manusia, Akiu berpendapat, wallohu 'a'lam, malam Qodar itu terjadi pada malam ke 23 karena sisa bulan Ramadhan tinggal 7 hari lagi'', Umar setuju dengan pendapat Ibnu 'Abbas (Ad-Durr Al-Mantsur 8:577-578)

Riwayat ini menunjukkan bahwa sejak dahulu terjadi Ikhtilaf mengenai malam Qodar. malam Qodar merupaka rahasia Tuhan, Nabi SAW mengatakan, ''kejarlah malam Qodar pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan!'', menurut Al-Fakhr al-Razi, salah satu sebab mengapa malam ini dirahasiakan adalah besarnya kasih Allah kepada manusia, sekiaranya malam Qodar ini diberitahukan, boleh jadi orang yang melakukan aksiat pada malam itu, melakukan maksiat sambil mengetahui keagungan malam itu sangat besar dosanya

Nabi SAW pernahh masuk ke masjid dan melihat ada orang tidur didalamnya, Beliau menyuruh Ali membangunkannya dan menyuruhnya berwudlhu, setelah membangunkan orang itu, Ali bertanya, ''ya Rasulullah, bukankah Engkau palin dahulu melakukan kebaikan?, mengapa tidak Engkau bangunkan sendiri?'', Beliau menjawab, ''karena kalau dia menolak perintahku dia kafir, Aku menyuruhmu karena Aku takut ia membantahku'', kalau begitu besarnya kasih sayang Rasul, apalagi kasih sayang Tuhan, Tuhan tidak ingin umat-Nya melakukan maksiat pada malam itu yang nilainya sama dengan maksiat 1000 bulan

walaupun terjadi Ikhtilaf tentang malam Qodar, semua sepakat seperti yang disebutkan Al-Qur'an, malam itu turun para malaikat, merka turun ke bumi setelah memohon izin kepada Tuhan, mereka mendatangi orang orang yang menghabiskan malam itu dalam ibadah dan amal soleh, mereka mengucapkan salam  kepada orang orang yang mena'ati Allah sambil menaburkan do'a dan berkah

malaikat yang turun pun bukan sembaran malaikat, mereka mempunnyai posisi sangat tinggi di sisi Tuhan, masih menurut Al-Fakr al-Razi, mereka sangat merindukan turun ka bumi, mereka melihat bahwa penduduk bumi melakukan beberapa keta'atan yang tidak dilakukan oleh penghuni langit

1. hanya di bumi orang orang kaya memberikan makanan kepada kaum fuqaraa'
2. hanya di bumi para malaikat mendengar rintihan para Ahli maksiat yang menyadari dosa dosanya, Allah berfirman (dalam hadits Qudsi): ''rintihan Pendosa lebih Aku cintai dari gemuruh suara tasbih''

para malaikat berkata, ''marilah kita turun ke bumi, mari kita dengarkan rintihan para Pendosa yang lebih dicintai Tuhan kita daripada suara tasbih, bagaimana tidak dicintai Tuhan, gemuruh suara tasbih adalah pernyataan puncak dari kata'atan manusia, sedangkan rintihan Pendosa adalah pernyata'an ampunan(ghofariyyah) Allah, Tuhan yang memelihara Langit dan bumi'' (tafsir Al-Fakhr al-Razi 32:28-35)

pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, sambutlah para malaikat dengan 2 keta'atan yang tidak dilakukan penghuni langit, menggembirakan fakir miskin dan merintih memohon ampunan Allah

semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar